Lui’s Coffee Serpong, Tempat Kumpul Musisi Legen

TANGERANG (Koran86.news) – Setelah sukses mengelola gerai kopi di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Timur, pebisnis yang juga musisi senior Ocha De Rock membuka gerai yang sama di Gading Serpong, Tangerang. Gerai yang diberi nama: Lui’s Coffee merupakan kongsi bisnis dengan importir garment Henny Susanti.

Seperti halnya gerai kopi di Jakarta, Lui’s Coffe di Tangerang, tepatnya di Ruko Bolsena, Blok B – No. 39, Gading Serpong, juga buat ngumpul para pemusik/pencipta lagu, pencinta musik, dan eksekutif muda. Belakangan banyak musisi legend terlihat ngopi.

Di antaranya adalah Fariz RM, Keenan Nasution, Rudy Rempengan, Yan Rusli, Yonas  Pareira, Ade Putra, Dino Sidin. Amin Ivo’s, Tarida Hutahuruk dan banyak lainnya.

“Mereka diskusi soal musik, dan hajat hidup royalti hak cipta lagu yang merupakan hak ekonomi karya. Di tempat saya ini mereka mengukuhkan kepengurusan lembaga kolektif royalti yang diberi nama PELARI (pencipta lagu rekaman industri) Nusantara,” kata Ocha kepada Jurnalis Koran86.news di Lui’s Coffee, Sabtu (27/1/2018).

Dijelaskan, lembaga PELARI Nusantara dikomandoi musisi senior Fritz Aritonang, sejauh ini sudah mengimpun sekitar 200 pencipta lagu dan musisi di seluruh Indonesia. Dan sekitar ratusan lagu oleh pinciptanya dipercaya untuk dikelola hak ekonominya.

“Saya berharap, lewat usaha gerai kopi saya ini PELARI Nusantara mampu mengelola secara profesional hak royalti para pencipta lagu yang notabene anggotanya, dan jumlahnya diperkirakan mencapai Rp 150 miliar pertahun,” lanjutnya.

Sementara itu, menurut Henny Susanti, mereka yang sudah pernah ke gerainya pasti akan datang kembali. “Khususnya bagi penggemar kopi dan kuliner. Kopi kami pilihan, biji kopi istimewa dari berbagai daerah. Lokal semua,” katanya berpromo.

Begitu juga dengan kuliner, lanjutnya, seluruh masakan menggunakan rempah-rempah pilihan yang dapat memanjakan lidah pelanggan. Makanan ringan pendamping kopi, merupakan camilan nasional. Tidak ada snack luar negeri.

“Tempat kami minimalis, hanya bisa menampung sekitar 50 orang saja. Tapi cocok buat kumpul-kumpul, juga merayakan sesuatu yang sederhana. Meski begitu, sound kami berkelas dunia. Seperti berada di ruang studio musik. Dilengkapi piranti organ,” jelas Henny seraya menambahkan, untuk urusan tata suara dipercayakan kepada Ocha yang piawai bermusik.

Acara Dadakan

Menurut Ocha De Rock, gerainya kadang dijadikan acara dadakan oleh para pelanggannya. Artinya, perayaan yang tidak direncanakan sebelumnya. Tiba-tiba saja ada yang merayakan ulang tahun, syukuran dan lainnya. Dirayakan bersama pengunjung yang ada.

Misalnya yang terjadi pada Sabtu (27/1/2018) sore. Pelanggan setia yang juga pebisnis sekaligus pencipta lagu senior Jeanne L Pangkey, SH, MM, tanpa sengaja merayakan hari jadinya yang ke 68 tahun. Kebetulan bertandang musisi lawas Ade Putra bersama keluarganya, dan beberapa musisi lainnya.

Meski usia pebisnis wanita itu sudah sepuh, tapi masih nampak segar dan mampu menyelesaikan beberapa lagu yang diiringi organ Ade Putra. Dan terlihat ceria ketika menyanyikan lagu yang pernah hit di era 1980an bertajuk “Jantung Hatiku” bersama sang penciptanya: Ade Putra.

“Itu lagu ketika saya masih muda. Ah, nostalgia jadinya. Saya senang nyanyi bersama Ade Putra dan Ocha. Tempat ini (Lui’s Coffee) menyenangkan, memang. Mulai dari kopi sampai masakannya. Saya pelanggan, lho…,” papar Jeanne L Pangkey yang biasa disapa Oma Jean kepada Jurnalis Koran86.news, Sabtu (27/1/2018).

Dijelaskan, kedatangan di Lui’s Coffee tak sengaja. Selepas refleksi, dia tiba-tiba ingin bertandang ke kedai kopi milik Ocha dan Henny yang letaknnya tak jauh dari rumah.

“Begitu masuk, saya baru teringat kalau bertepatan hari kelahiran. Ya, saya jelaskan sama Ocha, dan pengunjung lain pun menyambut hangat. Saya minta sama Henny agar membuat makanan yang istimewa,” ungkap Oma Jean penuh semangat.

Ocha De Rock membenarkan, bahwa Oma Jean pengunjung setia Lui’s Coffee di Serpong Gading, yang kebetulan masih di wilayah tempat tinggalnya. Bahkan mendukung penuh program PELARI Nusantara dalam mengelola hak royalti pencipta lagu.

“Kami para pencipta lagu sangat bangga dan senang mendapat dukungan penuh dari Oma Jean. Suportnya memang sangat dibutuhkan. Oma meminta saya dan teman-teman pencipta lagu harus berjuang dan berkarya. Hanya itulah kekuatan dan doa,” kata Ocha.

Sebelumnya di tempat yang sama Fritz Aritonang, Ketua Umum PELARI Nusantara, menjelaskan beberapa program lembaganya terkait hak royalti yang akan dikelolanya ke depan. Pihaknya akan menerapkan kebijakan manajemen transparan kepada anggota. Tidak ada yang ditutup-tutupi.

“Royalti adalah hajat hidup pencipta lagu atas karyanya. Saya sedih ketika mendengar ada pencipta yang belum mendapat hak ekonominya. Lewat lembaga kolektif royalti ini PELARI Nusantara akan beupaya penuh memperjuangkan hak royalti pencipta dari para pengguna karya lagu,” katanya pada acara pengukuhan Dewan Pengawas PELARI Nusantara, Senin (22/1/2018).

Dengan begitu, Ocha De Rock berharap dukungan Oma Jean menumbuhkan semangat berkarya para pencipta lagu yang tergabung di PELARI Nusantara.

“Saya katakan tadi, setiap organisasi memang harus ada yang mendukung. Baik itu perorangan, organisasi lain maupun pemerintah. Terlebih masih baru, belum pengalaman, sekalipun yang mengelolanya orang-orang lama. Mustahil sukses tanpa bantuan,” ujar Ocha yang didapuk menjadi Humas oleh Fritz Aritonang. Dia yakin kalau lembaganya itu akan mendapat sambutan dari masyarakat luas, khususnya para pengguna lagu Indonesia. (H. Sinano Esha)