Bergaya KPK, Kejari Bangka Geledah Kantor Kehutanan Babel

PANGKALPINANG (Koran86.news) –Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berlokasi di JL. Mentok, Pangkalpinang, di geledah Tim Satuan Khusus Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bangka, Rabu (27/9/2017). Aksi ini terkait kasus dugaan korupsi proyek rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di Kabupaten Bangka senilai Rp 1,068 miliar.

Menurut M. Fandi Hasibuan, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka, kasus tersebut merupakan warisan pejabat pendahulunya. Secara hukum, sejak kasus disidik pada 2014, belum dituntaskan oleh pihaknya.

Kenapa bisa begitu? Laporan yang diterima, prosesnya sempat macet lantaran sedikitnya barang bukti yang didapat pihak Kejari Bangka, serta keterangan 20 saksi yang diperiksa tidak sinkron satu sama lain.

“Ini kasus lama, sebelum saya menjabat. Kasus dugaan korupsi proyek rehabilitas DAS ini dilaporkan bermasalah pada 2014. Yakni, realisasi di lapangan tidak sesuai dengan buku laporan dinas,” papar Fandi kepada jurnalis di sela-sela penggeledehan, Rabu (27/9/2017).

Dijelaskan, penggeledahan yang dilakukan timnya merupakan upaya Kejari Bangka membuka kembali kasus dugaan korupsi tersebut. Hari itu dilakukan pengumpulan barang bukti dari Kantor Dinas Kehutanan Babel.

Ditambahkan, selain menggeledah ruangan Kepala Dinas Kehutanan, Nazalyus, timnya juga menyisir ruangan Kepala Sub Bagian Keuangan, serta ruangan Rahabilitasi Hutan Dan Lahan.

“Setelah kami teliti kasusnya, dan diketahui ada dua alat bukti yang cukup, dipastikan bakal ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Kasus ini akan kami tuntaskan,” kata Fandi setengah berjanji.

Bergaya KPK

Dari gedung  kantor itu Tim Satuan Khusus Pidsus Kejari Bangka berhasil mengamankan dokumen terkait kasus DAS Merawang Kabupaten Bangka. Dokumen dalam bentuk beberapa bundelan diangkut ke dalam mobil kejaksaan.

Pemantauan jurnalis di lokasi penggeledehan, sepertinya Kepala Dinas Kehutanan Nazalyus tidak ada di tempatnya. Kalau menurut salah satu staf kantor itu, sang bos tengah berdinas ke luar kantor.

Ketidakadaan Nazalyus di ruangan, ada yang menduga dia memang sudah mengetahui pada hari itu Tim Pidsus Kejari Bangka menggeledah kantornya. Sebab, sehari sebelum dilakukan aksi itu, Selasa (26/9/2017), Kepala Dinas Kehutanan tersebut diperiksa di Gedung Kejari Bangka.

“Nazalyus sudah kami periksa di ruang penyidik Pidsus Kejari Bangka, kemarin (26/9/2017),” jelas Fandi membenarkan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap pimpinan di kantor dinas tersebut.

Sementara itu, salah satu pejabat di proyek rehabilitasi DAS Merawang, Firyadi Riyandani, tidak mengetahui ke mana perginya sang bos.

“Bapak lagi tak ada di tempat, tugas luar kota. Kalau mau konfirmasi besok saja ya, setelah pulang dari luar kota,” katanya kepada jurnalis yang sempat mengkonfirmasinya di Kantor Dinas Kehutanan Pemprov Babel, Rabu (27/9/2017).

Dia juga tidak bersedia menjelaskan apa saja yang disita oleh Tim Pidsus Kejari Bangka dari kantornya. Alasannya, ia tidak berwenang memberikan keterangan seputar penggeledahan Tim Satuan Khusus Kejari Bangka.

Namun dipaparkan, bahwa pihak kejaksaan meminta dokumen asli, bukan foto copy-an. Hal ini mengingat penyidikan sebelumnya yang diteliti bukan dokumen asli.

“Kami nggak ada yang tahu penggeledahan. Satuan Khusus Kejari Bangka datangnya tiba-tiba saja. Langsung menggeledah ruangan. Kayak KPK saja,” ungkap Firyadi lebih jauh tentang tindakan pihak kejaksaan.

Seperti diketahui, proyek rehabilitasi DAS kawasan hutan lindung oleh Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung yang diambil dari APBD tahun anggaran 2014, diduga telah terjadi perbuatan melawan hukum sehingga negara dirugikan.

Dana proyek yang dianggarkan sebesar Rp 1,068 miliar untuk pengadaan berbagai bibit pohon tersebut, dalam pelaksanaannya jumlahnya diduga digelembungkan. Lebih dari itu, proyek rehabilitasi DAS ternyata tak bermanfaat bagi masyarakat Babel.

Dari berbagai sumber

Editor : H. Sinano Esha

 

SETIAP JURNALIS KORAN86.NEWS dan KORAN86 DILENGKAPI SURAT TUGAS