Ketum IPJI Desak Kapolri Pecat Kapolres Way Kanan


JAKARTA (Koran86.news)
–Ketua Umum Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia (IPJI) Taufick Rahman mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian segera mencopot seluruh atribut kepolisian yang dikenakan Budi Asrul Kurniawan atas kelakuannya melecehkan profesi wartawan.

“Dia (Budi Asrul Kurniawan) tak pantas jadi polisi berpangkat AKBP, apalagi menjabat Kapolres. Dia harus dicopot dan disipilkan. Jika tidak, keberadaannya berbahaya bagai lembaga kepolisian. Saya berharap Kapolri segera mencopotnya, jangan sampai menimpulkan preseden buruk nantinya,” katanya kepada Jurnalis Koran86.news, ketika dihubungi Selasa pagi (29/8/2017).

Menurut Taufick, pihaknya akan melaporkan Kapolres Way Kanan, Lampung, itu ke Kapolri. Menyusul laporan organisasi wartawan lainnya seperti: Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Lampung, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) yang lebih awal melaporkan kejadian tersebut ke Kapolda dan Kapolri.

“Saya berharap rekan IPJI Lampung segera melapor, dan menyerahkan bukti rekaman perkataan dia (Kapolres Way Kanan) kepada DPP IPJI untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Ketua Umum IPJI ini menjelaskan, jika diketahui ada pihak melarang peliputan yang tengah dilakukan jurnalis, dapat dikategorikan menghalang-halangi kerja jurnalistik. Tindakan itu melanggar UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Pada Pasal 18 disebutkan, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja menghambat atau menghalangi kerja wartawan dapat dikenai sanski hukuman penjara 2 tahun dan denda Rp500 juta,” paparnya.

Pada bagian lain Taufick mengingatkan, bahwa IPJI bertekad akan melaporkan Kapolres Way Kanan  AKBP Budi Asrul Kurniawan secara pidana. Secara hukum pelecehan profesi tersebut harus diproses, tidak bisa dibiarkan.

“Bagi kami (IPJI), setelah ada permintaan maaf dari yang bersangkutan bukan berarti persoalan selesai. Tidak, penghinaan itu harus diproses secara hukum. Jika tidak, akan muncul pelecehan lain dikemudian hari,” pungkasnya bernada sengit.

Seperti diketahui,  Kapolres Way Kanan melarang wartawan Radar TV dan media online Tabikpun.com: Dedy Tarnando dan Dian Firasta meliput aksi ratusan warga Kampung Negeribaru menolak angkutan batu bara melintas di kawasannya, Minggu (27/8/2017).

Ketika Kapolres Way Kanan beserta jajarannya hendak mengamankan situasi, melihat ada dua jurnalis meliput.  Secara tiba-tiba dia melarang aksi peliputan. Alasannya, trauma atas tindakan jurnalis yang pernah menyebarkan videonya di media sosial sehingga menimbulkan beragam reaksi masyarakat.

Menurut Dedy dan Dian, Kapolres itu memerintahkan anak buahnya untuk menggeledah mereka. Selain itu, perwira menengah polisi tersebut mengeluarkan pernyataan yang bernada melecehkan profesi wartawan.

“Bagi gua satu wartawan jelek, jelek semua. Terus terang aja gua udah gak butuh sama wartawan, apalagi koran-koran Lampung kelas cacingan. Lo mau tulis kayak apa terserah. Udah gak ada yang baca koran, udah tutup semua koran-koran itu,” papar Kapolres sebagaimana dikutip Dedy dan Dian.

Masih menurut Dedy dan Dia, Kapolres itu berdeloteh perihal media elektronik televisi, bahwa sekarang ini orang lebih nonton siaran HBO, bokep (filmporno) ketimbang berita yang ditayangkan televisi lokal.

“Seluruh ucapan Kapolres kami rekam untuk pembuktian adanya pelecehan jurnalis,” kata Dedy kepada wartawan, seusai melapor kejadian tersebut ke organisasi jurnalis di Lampung, Minggu (27/8/2017).

Terkait sikap tak pantas Kapolres tersebut, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Lampung beserta organisasi profesi wartawan lainnya, yaitu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) melaporkan kejadian tersebut ke Kapolda dan Kapolri.

“Kita sudah laporkan kronologinya dan dikirim ke IJTI pusat di Jakarta, berikut rekaman audio soal pelecehan wartawan agar diteruskan ke Kapolri. Hari ini juga kita laporkan ke Kapolda,” kata Ketua IJTI Lampung Aris Susanto di Bandar Lampung, Senin (28/8).

Liputan:Yudhis

Editor  : H. Sinano Esha

One Comment

Comments are closed.