Melawan Petugas, Penjahat Kambuhan Di dor

LAMPUNG (Koran86.news)-Yuwantoro (42), begal spesialis pencurian dengan modus pecahkan kaca mobil, akhirnya merejang nyawa. Ia tewas setelah dihadiahi timah panas karena melakukan perlawanan saat ditangkap.

Kapolda Lampung Inspektur Jenderal Sudjarno mengungkapkan, tersangka tewas dalam perjalanan ke rumah sakit untuk perawatan usai kakinya ditembak petugas. “Tadinya sudah dibawa ke rumah sakit, tapi saat dibawa ke Polrestas kondisinya melemah,” jelasnya.

Penjahat kambuhan itu tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit lagi. Selain Yuwantoro, Polisi juga berhasil menangkap Agus Romadoni (39), yang berperan sebagai joki atau yang mengantar Yuwantoro saat mencari sasaran.

Sementara barang bukti yang berhasil disita di antaranya satu unit mobil, pecahan busi, satu buah palu kecil, dua buah tas korban, dua buah dompet korban dan baju tersangka Yuwantoro.

Dikatakan Sudjarno, Yuwantoro dan Agus mencuri tas milik korban Hamid yang ada di dalam mobil. Modusnya dengan memecahkan kaca mobil dengan menggunakan serpihan busi. Dua penjahat itu terekam kamera CCTV.

Dari rekaman itu, lanjut Kapolda Lampung, Yuwantoro menggunakan mobil Daihatsu Xenia. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mengetahui mobil Xenia tersebut berada di Kota Sepang sedang menjemput Agus.

Ditambahkan Sudjarno, bahwa mereka itu sebenarnya akan kembali beraksi. Gelagat itu tercium polisi, yang selanjutnya dibuntuti. Rupanya gerak aparat diketahui oleh Yuwantoro, di mana kemudian dia memacu kencang kendaraannya.

Akhirnya kejar-kejaran antara polisi dengan Yuwantoro terjadi. Mirip adegan film laga. Namun petugas berhasil menghentikan laju mobil Yuwantoro. Sayangnya, ketika bandit itu disuruh turun dari mobil, malah justru berusaha melarikan diri.

“Tak ingin kehilangan buruan, akhirnya diambil tindakan tegas dengan menembak kaki tersangka,” papar Sudjarno. Karena kehabisan darah, Yuwantoro tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

Dijelaskan Kapolda Lampung, Yuwantoro pernah menjalani hukuman penjara di Sumatera Selatan dan Lampung karena kasus serupa. Sayangnya, ke luar masuk penjara tak membuat warga Way Halim ini kapok.

Menurut Sudjarno, sebelum tewas di dor, Yuwantoro dan Agus tercatat delapan kali mencuri dengan modus pecah kaca di Bandar lampung dan Lampung Selatan. Sasarannya mobil-mobil yang parkir di pinggir jalan atau di dalam masjid. Delapan tempat kejadian perkara (TKP) di.

“Sasaranya lokasi parkir yang minim penjagaan,” jelas Sudjarno seraya mengingatkan masyarakat agar tidak menaruh barang di dalam mobi.

Liputan: Tim Jurnalis Koran86.news