Pembangunan Loss Pasar Kampung Riau Asal Jadi?

SIAK-RIAU (Koran86.news) – Proyek pembangunan Loss Pasar Kampung di Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau, sepertinya dikerjakan tak sesuai bestek. Pekerjaan tiang beton dan lantai dasar tidak memenuhi standar layak bangunan. Padahal anggaran proyek senilai Rp 117, 527 juta dikucurkan dari pemerintah pusat (APBN).

Demikian pemantauan sementara jurnalis Koran86.news bersama beberapa anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) setempat ke lokasi Loss Pasar Kampung, baru-baru ini.

Lebih diteliti lagi, patut diduga pembuatan tembok dan beton tidak memenuhi standar laik bangunan fisik gedung atau rumah. Selain itu corlantai pun tanpa menggunakan lapisan pasir atau krikil. Dikhawatirkan kualitas bangunan rendah, dan tidak bisa bertahan lama.

Terkait pembangunan tersebut, Kepala Kampung  Bencah Umbai Supriadi menjelaskan, bahwa pembangunan pasar sudah memenuhi standar. Dia juga mengatakan, kalau proyek pasar selalu diawasi tim dari TP4D.

“Tim TP4D sering datang ke sini, karena itu kami tidak takut untuk melaksakan pembangunan proyek. Jika ada yang salah dari pekerjaan, tentu tim TP4D akan menegur kami,” paparnya kepada Jurnalis Koran86.news di lokasi, baru-baru ini.

Dijelaskan lagi, tim TP4D terdiri dari Kejaksaan Negeri (Kajari) Siak Sri Indrapura dan Inspektorat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak. “Andai ada pekerjaan yang tak layak, kami akan mengembalikan seluruh biaya ke kas negara,” ucap Supriadi berkeyakinan bahwa proyek pembangunan Loss Pasar Kampung tidak menyalahi ketentuan.

Guna memastikan kelayakan pembangunan proyek tersebut, Jurnalis Koran86.news berusaha menghubungi Kepala Sesi Intel Kejari Siak Sri Indrapura, Agung Setiadi, melalui telepon seluler. Cuma sayangnya yang bersangkutan susah dihubungi.

Beberapa warga setempat menyatakan, sejauh ini masyarakat sangat membutuhkan keberadaan pasar sebagai sarana pemenuhan kebutuhan sandang dan pangan. Untuk itu mereka berharap Loss Pasar Kambung dapat segera beroperasi.

“Meski begitu, kualitas bangunan harus dijaga. Jangan asal bangun saja, apalagi dibiayai oleh negara. Jika bangunan sala jadi, dikhawatirkan usianya hanya beberap tahun, kemudian ambruk,” kata satu warga kepada Jurnalis Koran86.news.

Dia juga berharap pemerintah pusat dan Pemkab Siak turun ke lokasi untuk meninjau pembangunan fisik Loss Pasar Kampung. Jangan diserahkan begitu saja, tanpa ada pemantauan pekerjaan. Apalagi proyek seperti itu rentan terhadap tindak korupsi.

“kalau bukan pihak pusat yang turun, jika ternyata ada penyimpangan, dipastikan tidak akan berlanjut. Persoalan bakal mentok, karena yang ngawas dan yang diawasi sama-sama lokal,” pungkasnya.

Liputan: Jurnalis Koran86.news Alwi