PN Jakut Tidak Menahan Pembobol Bank?

JAKARTA (Koran86.news) –Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) pimpinan Dodong menolak seluruh eksepsi terdakwa pelaku pembobol bank senilai Rp. 666 miliar, Harry Suganda (44), pada persidangan Kamis (25/1/2018).

Sementara terhadap terdakwa diberlakukan tahanan kota, alias tidak tahan baik oleh kejaksaan maupun pengadilan. Padahal tindak pidana yang dilakukan, sejak Nopember hingga Desember 2014, menggembos dana nasabah pada Bank Mandiri dan BNI mencapai Rp. 666 miliar.

Yakni, terdakwa mengelabui para korbannya lewat modus pemalsuan purchase order jaminan piutang. Seolah-olah jaminan itu asli, dan dapat digunakan untuk mengajukan pinjaman di bank.

Beberapa perusahaan digunakan untuk purchase order palsu tersebut, di antaranya PT Servo Lintas Raya, CV Tamara Bakti Utama dan PT Rockit Aldewai dan beberapa badan usaha lainnya.

Menurut jaksa dalam dakwaannya, terdakwa berhasil meraup dana para nasabah bank mencapai ratusan miliar rupiah. Karena itu dia didakwa telah melakukan tindak pidana penipuan secara berlanjut, sebagaimana diatur di dalam Pasal 378 dan Pasal 65 ayat (1). (feri)