Tekat LMK PELARI Nusantara, Meningkatkan Kesejahteraan Anggota

JAKARTA (Koran86.news) – Lembaga Manajemen Kolektif Pencipta Lagu Rekaman Industri (LMK PELARI) Nusantara berencana akan menggelar acara rapat umum anggota di Roku Bolsena, Gading Serpong, Tangerang Selatan, Banten, pada Senin (22 Januari 2018).

Menurut Fritz Aritonang, Ketua Umum LMK PELARI Nusantara, agenda rapat tersebut membahas sekaligus mengesahkan perubahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumahtangga (AD/ART), pemilihan anggota; Ketua dan Sekretaris Badan Pengawas Perkumpulan, garis besar haluan perkumpulan LMK PELARI Nusantara, program kerja dan program khusus GESANG (Gerakan Suara Anak Nusantara Gemakanlah).

Dikatakan, sejak organisanya dicanangkan pada 1 Juni 2017, pencipta lagu yang sudah berhasil dihimpun sekitar 190 orang. Dan lagu-lagu karya mereka sudah memunuhi syarat untuk diperjuangkan guna mewujudkan hak ekonomi karya cipta lagu.

“Lembaga kami sudah mendapat pengesahan Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) Kementerian Hukum dan HAM, berdasarkan Surat Keputusan No: AHU-0009515.AH.01.07.TAHUN 2017 tertanggal 13 Juni 2017. Artinya, keberadaan lembaga kami dilindungi oleh hukum, dan tidak liar,” papar Fritz Aritonang kepada Redaksi Koran86.news melalui keterangan tertulisnya, Minggu (7/1/2018).

Ditambahkan, lembaganya merupakan wadah resmi mewakili kepentingan pencipta lagu (pemegang hak cipta lagu) anggota LMK PELARI Nusantara dalam mengelola, memperjuangkan guna mewujudkan Hak Ekonomi Karya Cipta Lagu yg telah memiliki nilai ekonomis.

“Khususnya dalam hal Hak Mengumumkan dan Hak Mempertunjukan serta Hak Menggandakan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta,” jelas Fritz sambil menambahkan, wujud nyata dari maksud tersebut adalah dalam bentuk kegiatan mengumpulkan, menghimpun dan mendistribusikan royalti karya cipta lagu dan/atau musik milik anggota LMK PELARI Nusantara.

Selain itu, lanjut dia, maksud lain dibentuknya perkumpulan ini adalah untuk mendukung penguatan daya tahan dan daya saing karya cipta lagu dan/atau musik pop daerah (Pop Nusantara). “Termasuk juga memfasilitasi upaya pengembangan dan peningkatan nilai ekonomis karya cipta lagu anggota lembaga ini,” katanya.

Pada bagian lain Fritz menjelaskan, organisasi ini berupaya meningkatkan hak ekonomi anggota dari karya cipta lagu dan musik yang beredar, atau dipergunakan pihak lain secara komersil.

“Kami berusaha meningkatkan kesejahteraan anggota. Logikanya, jika kondisi ekonomi anggota meningkat, maka organisasi akan menjadi rumah tinggal yang aman dan nyaman bagi anggotanya. Ini salah satu tujuan utama kami ke depan,” jelasnya.

Lebih jauh Fritz mengatakan, LMK PELARI Nusantara juga berfungsi mewakili anggotanya untuk mengurus, mempertahankan sekaligus memperjuangkan Hak Ekonomi Karya Cipta Lagu dan/atau Musik, baik bagi perseorangan maupun badan hukum Korporasi yang diketahui menggunakan atau ingin menggunakan dalam kegiatan komersil.

“Pengelolaan hak ekonomi karya cipta dimaksud, merupakan bagian dari 7 program kerja yang telah dicanangkan lembaga kami. Di samping program lainnya, yakni: memberikan sertifikat lisensi kepada mereka para pembayar kewajiban lisensi (royalti) penggunaan lagu, mendistribusikan hasil royalti kepada anggota, meningkat nilai ekonomis karya cipta lagu/musik anggota, meningkatkan nilai ekonomis ke pasar internasional, merealisasikan GESANG (GErakan Suara Anak Nusantara Gemakanlah), dan mereproduksi karya cipta lagu/musik milik anggota.

Adapun susunan pengurus LMK PELARI Nusantara di antaranya: Ketua Umum Fritz Aritonang, Sekretaris Umum Awaluddin Sinaga, Bendahara Umum Pasrah Natania Sinaga, Ketua I Bid. Keanggotaan Pangihutan Sirait, Ketua II Bidang Lisensi dan Royalti Krismawan Hadinata, Ketua III Bidang Advokasi Hukum Yohannes Siburian,   Ketua IV Bidang Ekonomi Kreatif  Fariz RM, Team.Konsultan HKI : Mario W. Sutanto Putra, Aditirta.Sidabutar, dan Ida Chaerany. (*/sin)