Palsukan Dokumen, Karyawan Leasing Ditangkap

BOJONEGORO (Koran86.news) -Jajaran Unit Pidana Umum (Pidum) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (04/09/2017) lalu menangkap UA bin MTR (26), yang diduga memalsukan 25 dokumen akta kredit perusahaan leasing tempatnya bekerja. Akibatnya perbuatannya, perusahaan yang berada di kawasan Jalan Diponogero mengalami kerugian sebesar Rp 150 juta.

Kasubbag Humas Polres Bojonegoro, AKP Mashadi, kepada awak media mengungkapkan, penangkapan terhadap Warga Dusun Bujel Desa Suwaloh, Kecamatan Balen, Bojonegoro itu berdasarkan laporan Nico Firman Jaya, pimpinan perusahaan leasing pada Senin (28/8/2017).

“Perbuatan pelaku baru diketahui korban pada tanggal tersebut, sehingga korban baru melaporkan ke Polres Bojonegoro pada hari itu juga,” papar Mashadi.

Dijelaskan, pelaku sebelumnya bertugas sebagai Marketing Credit Executive (MCE) atau tenaga marketing lapangan dari perusahaan tersebut. Kronologi terungkapnya perbuatan pelaku, bermula dari awalnya seorang petugas penagih (debt collector) melakukan penagihan terhadap seorang nasabah.

“Setelah ditagih, baru diketahui  nasabah tersebut tidak pernah mengajukan kredit. Korban selanjutnya melakukan pengecekan terhadap pelaku. UA mengakui bahwa pengajuan kredit serta data-data nasabah dipalsukan,” terang Mashadi.

Atas kejadian tersebut, lanjutnya, pimpinan perusahaan leasing itu meneliti seluruh berkas pengajuan kredit yang diajukan pelaku. Benar saja, puluhan berkas kredit yang diajukan UA  adalah palsu.

“Dia (pelaku) mengajukan kredit dengan memalsukan data untuk 24 nasabah. Akibat perbuatan UA, kata Mashadi, perusahaan leasing tersebut menderita kerugian sebesar Rp 170 juta,” ungkap Kasubbag Humas Polres Bojonegoro.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro mengatakan, berdasarkan laporan korban, Unit Pidana Umum Sat Reskrim Polres Bojonegoro segera melakukan serangkaian penyidikan, baik terhadap pelaku maupun saksi-saksi, serta penyitaan barang bukti.

Barang bukti yang disita, kata Kapolres Bojonegoro, terdiri dari 25 bendel formulir pengajuan kredit fiktif, buku BPKB sepeda motor Suzuki Satria Fu 150 dan tiga lembar surat pernyataan dari pelaku.

Dari proses penyidikan, lanjut dia, penyidik telah menemukan setidaknya dua alat bukti yang sah, yakni adanya tindakan pidana pemalsuan surat dan menempatkan keterangan palsu, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 dan Pasal 266 KUH Pidana.

Masih menurut Kapolres Bojonegoro, khawatir pelaku melarikan diri, pihaknya menjebloskan ke dalam penjara terhitung sejak Senin (4/9/2017). “Kami menahan tersangka di ruang tahanan Polsek Bojonegoro Kota,” pungkas Kapolres Wahyu.

Pimpinan leasing Nico Firman Jaya mengatakan kepada wartawan, bahwa pihaknya akan memperbaiki kinerja dan memperketat pelayanan kredit konsumen. “Apabila ada karyawan melakukan pidana penipuan, dia akan meminta pihak kepolisian menanganinya,” katanya.

Liputan: Bond

Editor  : H. Sinano Esha