Bahasa Jalanan Politikus Nasdem Berpotensi Picu Isu SARA

KORAN86.NEWS, JAKARTA – Pidato Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) DPR, Viktor Bungtilu Laiskodat dinilai sangat tendensius dan berpotensi menyulut kekisruhan baru. Sebagai pejabat publik, Viktor Bungtilu Laiskodat seharusnya menjaga ucapan dan tindakannya.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Adi Prayitno mengingatkan, efek kemarahan masyakarat belum sepenuhnya mereda setelah Pilkada DKI Jakarta. Dia khawatir pidato tersebut akan memancing isu Suku Ras Agama Antar Golongan (SARA).

“Tak pantas dilakukan oleh seorang anggota dewan yang menyandang gelar terhormat‎,” ujar Adi dalam perbincangannya dengan SINDOnews melalui telepon, Selasa (8/8/2017).

Dia berharap, Viktor Bungtilu Laiskodat lebih hati-hati dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Menurutnya, jika ingin menyampaikan kritik terhadap partai politik yang menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Ormas maupun Revisi Undang-undang (RUU) Pemilu disampaikan secara argumentatif dan elegan.

“Bukan menggunakan bahasa jalanan sarkastis yang tak mencerminkan etis dalam politik,” pungkasnya.