Ngeri, Jalan Berkubang Kerbau Di Siak

SIAK (Koran86.news)–Ratusan lubang menganga di sepanjang jalan provinsi penghubung antara Kabupaten Siak dengan Pelalawan bakal menelan korban jika di biarkan. Bukan hanya rusak, tapi lubang-lubang di jalan kawasan Kecamatan Lubuk Dalam, Siak, diameternya mirip kubangan kerbau, dengan kedalaman hingga 30 Cm.

Dari pengamatan lokasi, jalan rusak di sejumlah titik. Paling parah di antaranya di Km.15, di atas pendakian, serta Km. 21 kondisinya hancur total. Cilakanya lagi, tidak ada terpasang rambu peringatan atas kerusakan tersebut. Dan hal ini berakibat tidak jarang pengendara sepeda motor terperosok lantaran tidak mengetahui adanya lubang.

Camat Lubuk Dalam T Indara Saputra menjelaskan, pihaknya segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan perbaikan. “Pihak Kecamatan sudah melaporkan ke Dinas PUPR Kabupaten Siak, Kabid Bina Marga Pak Ardi. Kini menunggu turunnya dana perbaikan dari pusat,” jelasnyanya.

Menurut beberapa warga setempat, jalan provinsi tersebut setiap tahun memang diperbaiki, cuma saja fisiknya tidak bertahan lama, mengingat jenis kendaraan yang melintas bertonase berat. Tak sebanding dengan kekuatan badan jalan.

“Konadisi fisik jalan tidak berumur panjang. Enam bulan setelah perbaikan, kembali rusak parah. Sementara kucuran dana dari pemerintah pusat (APBN) setahun sekali. Ini amat memprihatinkan,” kata Andi, warga Lubuk Dalam, ketika berkendara melintas di jalan hancur berantakan tersebut.

Bayangkan saja, lanjut dia, kendaraan yang melintas bertonase antara 10 ton hingga 50 ton, dengan sumbu bannya lebih dari 10 ban. Sementara daya tahan fisik jalannya untuk kendaraan di bawah 10 ton.

“Saya dan warga Siak berharap pemerintah Propinsi Siak segra perbaiki kembali jalan yang sudah berubah jadi kubangan kerbau, di mana seriap turun hujan akan tergenang, sehinga lobangnya tertutup air. Ini berbahaya bagi pengendara, dan sudah banyak menelan korban, terperosok ke dalam lubang,” ungkapnya.

Selain itu, Andi juga mendesak pemerintah untuk meninjau kapasitasi angkutan produksi perusahaan yang melintas di jalan tersebut. Hal ini karena banyak mobil yang kelebihan tonase. Jika dibiarkan, perusahaan yang menggunakan kendaraan yang melintas di jalan tersebut dapat dianggap merugikan keuangan negara.

“Sangat bijak jika perusahaan-perusahaan yang kendaraan beratnya melintas di jalan penghubung Kabupaten Siak dengan Pellawan memperbaikinya. Jika tidak, cabut saja izin usahanya, karena dapat dianggap merugikan keuangan negara,” pungkasnya.

Liputan: Alwi