Kantor Penghulu Kampung Sri Gemilang Kurang Terawat?

SIAK-RIAU (Koran86.news) –Kesan pertama ketika mengunjungi kantor pemerintahan desa Penghulu Kampung Sri Gemilang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau, Senin (30/10/2017), kurang terawat dengan baik. Di sana-sini terlihat banyak sarang laba-laba, baik di kursi maupun dinding. Lantai agak kotor, dan kursi karyawan yang dibeli dari uang rakyat mulai rusak. Padahal fisik bangunannya lumayan besar.

Bukan hanya itu, suasana pun lengang. Hanya ada beberapa karyawan tenaga honorer tanpa pekerjaan berarti. Mereka hanya nampak ngobrol sembari nonton televisi. Sementara “bossnya,” Asmara, tidak kelihatan mengantor.

“Bukan hari ini saja, Bang. Bapak pejabat Penghulu Kampung lebih banyak tugas ke luar kanor. Ini bikin susah warga yang ingin mengurus keperluan, padahal surat-surat yang akan diurus itu penting,” kata satu warga kepada Jurnalis Koran86.news yang tak ingin namanya ditulis.

Dia menambahkan, jika orang nomor satu di Penghulu Kampung Sri Gemilang itu tak ke kantor, maka stafnya pun ikut mengosongkan lokasi. Kecuali beberapa tenaga honorer yang bukan pengambil keputusan.

“Mereka itu kan pelayan masyarakat, mestinya harus profesional, bukan amatiran. Harus pula disadari oleh mereka, bahwa gaji yang diterima itu duit rakyat. Bukan turun dari langit uangnya,” ujarnya mengingatkan.

Warga kampung lainnya mendesak Camat Koto Gasib agar memberikan sanksi kepada PNS di Kantor Penghulu Kampung Sri Gemilang yang melalaikan kewajibannya sebagai pelayan masyarakat.

“Saya bolak-balik ke kantor penghulu, tapi pejabat yang mengurus dokumen tak ada di tempat. Sementara yang saya urus itu penting sekali. Tolong Pak Camat Koto Gasib tegur lah pegawai di kantor itu, bila perlu kasih mereka sanksi biar kapok,” katanya bernada kesal.

Sementara itu, PJ Kampung Asmara yang sempat ditemui Jurnalis Koran86.news di Kantor Camat Koto Gasib menolak tudingan kantornya kotor, dan dipenuhi sarang laba-laba. Sebab dirinya sudah merintahkan karyawan  untuk memelihara kantor dengan baik. Termasuk kebersihan harus terjaga. Namun ia tak banyak cakap ketika diperlihatkan foto-foto di kantornya.

Perihal sepinya suasana kantor, dia menyatakan kalau seluruh stafnya diminta tetap di tempat selama jam kerja. Tak ada yang meninggalkan kantor sebelum jam pulang, katanya.

“Staf di kantor ada lima orang. Satu Karanit kantor, satu juru tulis, satu Kaur pembangunan, dua orang kepala dusun. Mereka selalu siap berada di kantor,” jelas Asmara yang tinggal dua bulan lagi menjabat, Rabu (30/10/2017).

Pada bagian lain dia memaparkan, bahwa gaji dan honor stafnya yang rata-rata Rp 1,2 juta/bulan merupakan dana ADK. Sementara dana sebesar Rp 779,707 juta belum semuanya dikucurkan.

“Begitu juga dana desa dari APBN sebesar Rp 750 juta baru terealisasi 60%-nya. Itupun sudah dipakai untuk gaji dan honor karyawan, serta keperluan dan pemeliharaan kantor,” paparnya seraya berharap seluruh dana itu segera dikucurkan agar kinerja stafnya lebih maksimal.

Liputan: Jurnalis Koran86.news Alwi