Perayaan Imlek Di Kota Serang Dijaga Ketat

SERANG (Koran86.news) – Perayaan menyambut Tahun Baru Imlek 2569 di Kota Serang berjalan lancar, meriah dan aman. Kondisi itu terlihat di Vihara Avalokistevara, Banten Lama, Kasemen, dan Vihara Metta di Kota Serang, Jum’at (16/2/2018). Meski begitu, ratusan aparat gabungan dari kepolisian dan TNI mengamankan situasi dengan ketat.

Ribuan warga Tionghoa dari berbagai wilayah di Banten berdatangan untuk melakukan ibadah dan berkumpul bersama keluarga di dua vihara tersebut.

Bahkan, dari pemantauan Jurnalis Koran86.news di dua lokasi itu, nampak pula warga Tionghoa berasal dari Bogor, Lampung dan Jakarta. Mereka berbaur dengan pengunjung vihara lainnya. Keramian di dua tempat ibadah tersebut berlangsung hingga tengah malam.

“Mereka datang untuk ibadah, sekaligus untuk merayakan tahun baru. Pengunjung kita udah kelasnya nasional, ada dari Jakarta, Tanggerang, pokoknya se-Jabotabek,” papar Omking selaku Ketua Umum Vihara Avalokistevara.

Kusnadi, warga sekitar mengaku sengaja datang bersama keluarga melihat keramaian Imlek tahun ini.

“Saya datang aja sama keluarga, dan ini juga selagi tanggal merah juga,” kata Kusnadi.

Imlek Aman

Sementara itu, Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin menyempatkan diri mengunjungi dua vihara tersebut. Kedatangannya mengecek kesiapan para personil Polres dan Polsek Serang Kota dalam membantu kelancaran acara pergantian tahun baru bagi warga Tionghoa.

Dikatakan Kapolres, untuk menjamin keamanan selama proses perayaan imlek, pihaknya menerjunkan satu hingga dua regu pasukan pada setiap vihara. Yakni, satu regu terdiri dari 12 anggota polisi.

“Kami dari Polres Serang Kota tentunya ingin memberikan kepastian dan jaminan keamanan kepada saudara-saudara kita yang sedang merayakan momentum pergantian tahun Imlek,” ucap Komarudin kepada wartawan, Jumat (16/2/2018).

Sehari sebelumnya, ketika Kapolres Komarudin berkunjungan di Vihara Metta, Kebaharan, Kota Serang,  mengingatkan kepada masyarakat Kota Serang, sebagai warga negara yang taat terhadap Pancasila hendaknya harus bisa saling menghormati, baik antar ras ataupun antar umat beragama.

“Tentunya kita selaku warga negara dan juga umat beragama harus saling menghormati sesama masyarakat dan juga sesama umat beragama lain,” pesannya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan. “Tatanan yang sudah baik selama ini jangan tercederai hanya karena perbedaan keyakinan. Kita mesti saling menghormati, dan hidup berdampingan dengan damai,” ujarnya.

Berkaitan dengan pengamanan, dijelaskan Kapolres Komarudin kalau pola pengamanan perayaan Tahun Baru Imlek tidak jauh berbeda dengan perayaan hari besar lainnya. Sebelum perayaan di gelar, dua vihara yang menjadi titik perayaan Imlek di Kota Serang, dilakukan sterilisasi oleh tim Gegana Brimobda Banten.

“Sterilisasi dilakukan agar warga Tionghoa yang merayakan Imlek dapat beribadah dengan aman, nyaman dan lancar,” ungkapnya.

Selain melibatkan Brimob, lanjut Komarudin, pihaknya juga dibantu TNI. “Untuk pengamanan di Vihara Avalokistevara, kami tempatka sekitar 63 personil. Pengamanan kita maksimalkan, mengingat pengunjung vihara ini lebih banyak, baik dari Serang maupun luar kota,” jelas Kapolres.

Liputan: Jurnalis Koran86.news OZI

Editor: H. Sinano Esha