Proyek Sudetan Kali Ciliwung, Oknum Wika Diduga Bermain?

Jakarta (Koran86.news), Ganti rugi satu rumah di kawasan Jalan Otista 3 yang terkena proyek pembangunan sudetan kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur diduga dijadikan bancaan oleh oknum pejabat PT WK, kontraktor pada proyek tersebut. Salah satu oknum diketahui pejabat di perusahaan itu.

Kabar dari salah satu sumber menyebutkan, melalui  orang ketiga yang notabene adalah suruhan, oknum pejabat itu membeli rumah yang nantinya dijual kepada PT WK dengan harga di mark up.

“Oknum itu mengeruk keuntungan  miliaran rupiah,” papar sumber seraya menambahkan, selaku pejabat di PT WK tentu yang bersangkutan mengetahui seluk beluk proyek, sehingga dengan mudah dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi.

Ditambahkan, dalam kontek tersebut sang oknum menyiapkan modal sekitar Rp 3,4 miliar. Bahkan, agar uangnya aman bila terjadi resiko, dia membuat pengakuan hutang dengan pihak ke tiga yang diciptakan.  Agar lebih otentik, hal itu dituangkan ke dalam akte notaris yang berkantor di kawasan Tangerang Selatan.

Sebagaimana diketahui sumber, rumah tersebut dibeli seharga Rp 1,950 miliar, tercatat pada akta jual beli nomor 23/2014 Notaris DA, SH, di kawasan Jakarta Selatan. Selanjutnya dibuatlah sertifikat  atas nama orang ke tiga.

Kelanjutannya mudah ditebak. Dibuatlah kesepakatan bersama antara PT WK dengan orang ketiga, yang isinya perusahaan tersebut meminjam rumah beserta bangunan di atasnya dengan jaminan senilai Rp 4,8 miliar.

Menurut sumber, kesepakatan itu rada aneh lantaran cenderung merugikan PT WK. Contohnya, di pasal I disebutkan kalau oknum pejabat terseut hanya mengembalikan Rp 1,5 miliar jika  proyek selesai. Sedangkan sisanya, Rp 3,3 miliar akan dikompensasikan sebagai dana peminjaman tanah dan bangunan.

Lebih konyol lagi di pasal 7, papar sumber, disebutkan jika oknum tersebut  tidak mendapat uang jaminan Rp 1,5 miliar, maka akta jual beli rumah dan tanah menjadi milik PT WIKA. “Lho, apa  kepentingannya PT WK punya rumah di kawasan yang terkena proyeknya sendiri,” ungkap sumber seraya menambahkan, tindakan curang tersebut patut diduga merugikan negara miliar rupiah.

Sejauh ini belum ada keterangan dari oknum bersangkutan terkait dugaan tindak pidana yang merugikan negara tersebut. (tim)